Search This Blog

Tuesday, February 14, 2017

CEMBURU BUTA WAKTU

Anehnya aku
Diam seperti patung
Termenung dikepung mendung
Gelisah..
Membisu dengan ragu
Terasa gerimis mulai turun
Fikirku gelap
Mataku tidak menatap
Mulutku tidak berucap
Namun hatiku membara
Menepis bahagia dalam benakku
Menyampaikan padamu pesan tanpa pos perantara
Inikah cemburu?
Rasa yang hadir tak kenal waktu tak diminta tak dipesan datang dengan angkuhnya
Haruskah cemburu itu ada?
Ketika kusadari bahwa kau sungguh menjaga hati
Kau hanya menyimpan cinta jua kesungguhan untukku

Friday, February 10, 2017

OMBAK RASA

Entah aku harus memulainya dari mana dan mengungkapkannya dengan apa
Aku sedang di jeruji cinta
Cinta yang membuncah di dada

Aku mencintaimu lewat hatiku bukan mataku
Aku ingin mencintaimu seperti matahari yang tak ingkar di senja hari
Seperti embun yang bernyanyi di awal pagi
Seperti pelangi kala hujan turun ke bumi
Seperti lantunan Ar-Rahman kala langit sedang bertasbih
Seperti taburan bintang kala malam sedang suram
Seperti tarian ombak kala laut sedang tenang
Seperti kopi hitam pelipur sunyi

Kutulis namamu di fikirku, namun usia perlahan mengikisnya
Kutulis namamu di langit, namun awan hitam menghalanginya
Kutulis namamu di hamparan pasir, namun ombak menghapusnya
Kutulis namamu di samudera, namun badai menghempaskannya
Maka ku tulis namamu dalam hatiku, dan di sinilah namamu tak terhapuskan

Dalam pejam mata kutuliskan berbaris-baris kata rindu
Dalam fikiran, kutulis berbait-bait puisi berbentuk doa
Dalam kertas putih nan suci, kutuangkan sabda-sabda cinta
Dalam hela nafas yang memburu akan kasihmu, kubiarkan seluruh rasa yang kau berikan berhembus dan terhirup mengikutinya begitu saja.

Dalam getaran degup jantung, kurelakan rindumu menunggangi kuatnya cintaku.

Ku kemas rasa ini dengan sampul indah berlukiskan lambang cinta merah merona,
lalu ku ikat dengan simpul lambang kasih sayang

Tak lama lagi kado yg ku rangkai indah akan ku hadiahkan untukmu.
Hanya untukmu duhai pelita kesunyian..

Monday, February 6, 2017

SEPENGGAL CINTA

Kutelan semua omong kosong tentang cinta
Karena kau telah nyata
Kaulah pembawa cinta itu
Kaulah penenang segala kecemasanku
Kaulah penguasa rinduku
Kaulah anganku
Kaulah tokoh dalam mimpi indahku
Rasaku tak terbatas waktu
Cintaku lebih panjang dari jadwal hidupku

Namun, terpaksa ku harus menunda rindu
Paitnya cinta diujung lidahku
Ada mata yang lebih sempurna dimatamu
Rasa yang ku miliki bagai bulan yang merindu matahari
Bagai kunang kunang di siang hari
Bagai malam tanpa bintang
Bagai pelangi yang tak dirindukan hujan

Jatuh semangat ini
Pupus..
Perih..
Kekecewaan membuncah mengamuk diberanda hati
Merobek robek cinta yang tertata rapi
Mencacah harapan harapan kemudian hari
Huh.. Benar benar sakit Tuhan

Namun, takkan kubiarkan cinta membunuhku
Takkan kubiarkan cinta membutakanku
Takkan kubiarkan cinta menyiksa batinku
Takkan kubiarkan cinta memonopoliku
Tak akan..

Wahai hati
Kuatkan dirimu
Jangan lemah
Jangan payah
Sungguh tak akan kubiarkan rasa sakit itu mendarah daging
Tuhan Sebaik baik Perencana
Tuhan telah menyiapkan cinta yang lebih indah dari cinta yang ku rencanakan
Semoga..

Thursday, February 2, 2017

LAGI-LAGI CINTA

Cinta
Berbagai pena menuliskannya
Berbagai rasa meluapkan keindahannya
Cinta suci lupa segala
Tak tau masa tak tau luka
Tiada kemunafikan yang mampu menepisnya
Sungguh tiada yang sanggup menghalangi kehadirannya
Ia datang membawa surat bahagia dengan perangko hati melekat erat

Cinta
Hadir dalam segala suasana
Tetes tangis tawa menghiasinya
Tak kenal lelah juga payah
Ia mengukir bunga pusat cinta
bukan hanya muka
bukan hanya untaian semata

Cinta
Berbagai halang berbagai lara tak kuasa menghentikannya
Mendampingi melepas penat yang terlampaui masa dengan setulus hatinya
Cinta akan tulus mengiringnya
Mengiring pada Sang Maha Cinta
Merasakan manis dan merenggut syurga yang nyata