Sakit ini lumayan serius
Ini sakit golongan rindu
Rindu yang kritis kehabisan jangka waktu
Kata dokter obatnya hanya satu
Bertemu dengan kerinduan yang sama
Kemudian saling beradu candu
Trenggalek, 23 Desember 2018
Sakit ini lumayan serius
Ini sakit golongan rindu
Rindu yang kritis kehabisan jangka waktu
Kata dokter obatnya hanya satu
Bertemu dengan kerinduan yang sama
Kemudian saling beradu candu
Trenggalek, 23 Desember 2018
Ku telah memaafkanmu
Tapi ku tak lupa apa yang kau perbuat padaku
Tentang caci maki keadaanku
Kefakiranku
Jua yatimku
Terkecuali jika Allah berkehendak mencabut ingatan tentang tindak kriminal lisanmu, terhadapku.
Trenggalek, 17 Desember 2018
Ketika kau telah memutuskan berpaku pada satu titik, maka titik itu pula yang akan menjadi tempatmu pulang. Mustahil bila hasilnya tertukar/berlebur dengan sesuatu yang lain yang tak kau jadikan sudut pandang. Begitu juga negatif positifnya engkau menafsirkan orang lain. Ketika kau melihatnya negatif maka negatiflah yang nampak, & ketika kau melihatnya positif maka positif pula yang terlihat.
Kataku "Carilah tempat ternyaman untuk hatimu berpulang, dengan berfikir positif dan selalu berusaha berprasangka baik".
Trenggalek, 06 Desember 2018
Terkait penyakit hati, selain yang nampak semua hanya bisa nenebak.
Terkait dengan hati, semua hanya bermodal percaya pada tutur yang menjadi pendeskripsi.
Hati adalah kerumitan haqiqi.
Hati-hati, hati.
Trenggalek, 16 November 2018
Niatmu baik menurutmu
Niatku baik menurutku
Niat mereka juga baik menurut mereka
Jika menurut semua baik maka semuanya harus berbaik
Setiap kepala punya isi otak yang berbeda
Setiap manusia punya perasaan yang tak sama
Namun, semua manusia punya kedudukan yang sama di mata Tuannya
Baiknya, semua manusia ta'awun & tasamuh pada tempatnya
Trenggalek, 15 November 2018
Mungkin sebenarnya Allah telah menolong dan antum tengah berada di area pertolongan-Nya!?
Bisa juga Allah masih melanjutkan uji cobanya dengan masih menitipkan kebahagiaan yang disegerakan juga kesedihan yang dihentakkan!?
Dan mungkin jua Allah ingin melihat seberapa nikmat antum menikmati berbagai bentuk kenikmatan pemberian-Nya!?
Trenggalek, 6 Oktober 2018
Semua masalah akan terasa berat pada masanya. Masa yang lama atau hanya sekedar singgah itu kau yang kemudikan. Yang terpenting jangan merasa diberi masalah paling berat. Syukuri, jalani dan nikmati. Bisa saja orang lain mempunyai masalah lebih berat dari masalahmu, hanya saja pintar menyembunyikan dari tatap pandang mata telanjang lainnya.
Trenggalek, 26 September 2018
Masalah berat akan terus berat jika otak selalu merasa terberatkan. Jalan keluar akan sukar ditelusuri jika berat tetap ditumpukan padanya. Sementara pindahkan beban ke sisi lain. Alirkan angin sejuk ke dalam otakmu. Ketika otakmu pulih meski masalah belum surut setidaknya jalan keluar tak terlalu menjauh dari hasil usaha.
Trenggalek, 26 september 2018
Aku pernah merasakan kehilangan. Namun kini aku sadar. Aku memang harus menghilangkan sesuatu yang seharusnya tidak ada. Sesuatu yang tidak seharusnya tercipta.
Trenggalek, 22 September 2018
Masa kini Tuhan menghendaki alur perubahan cerita yang lalu. Sebab manusia tak punya kuasa mengembalikan waktu. Tuhan tengah menghendaki hal kecil yang berat teruntuk makhluk fana seperti daku. Namun kuyakin Tuhan telah menulis daku tak kalah kuat dari rasa terberatkanku jua tentang ruang yang tak bisa disebut untuk menampung duka citaku.
Trenggalek, 22 September 2028
Kunci komitmen adalah otakmu. Otakmu yang kau tancapkan pada satu paku, yaitu prioritasmu.
Sedangkan penyebab ragu adalah hatimu. Berolah alihnya yang terlalu kau gugu.
Percayalah pada otak selaginya sehat, jangan terlalu mengindahkan hatimu.
Yang berotak tentu berhati. Yang berhati belum tentu berotak. Karena ego.
Pogalan, 28 juli 2018
YaAllah
Kumemohon kuasaMu untuk perihal terbaik atas hambaMu
Ku tahu sebelum kumeminta Engkau adalah sebaik-baik Dzat Yang Maha Mengatur
Namun, ku telah menutup segala luka atas kehilangan
Telah kusiapkan bahagia dengan pilihanku
Pilihanku yang kuharap juga yang Kau pilihkan untukku
Tolong lindungilah aku dari segala macam pesakitan
Trenggalek, 9 Juli 2018
Lahir di Jepara
Ialah Kartini
Ceritamu tak lekang mengais kata
Dalam baktimu pada negeri
Yang hidup untuk pengorbanan
Dalam adat dan budaya yang berpilih kasih
Hak perempuan di batasi
Tak boleh datang tak boleh pergi
Perempuan di kekang
Perempuan di penjara
Perempuan terbelakang
Perempuan terbuang
Wahai perempuan futuristis
Engkau telah membawa alih peradaban
Dari kegelapan engkau berkobar semangat kemerdekaan
Merombak perbudakan diantara kita dan mereka
Demi kesetaraan
Demi menghapus sekat tebal diantara perbedaan
Kau relakan berkorban demi perempuan masa depan
Tak perduli jiwa yang letih
Sebab bagimu tiada dalih untuk mengalih
Wahai sang srikandi
Kini kebebasan hak perempuan kami dapati kembali
Kami perempuan merdeka
Karena perjuangmu dalam pergolakan dan Ridho Tuhan disetiap langkah pijakan
Trenggalek, 10 April 2018
Telah lama kusiapkan niat untuk jalan panjangku. Aku siap menunggu hijrahmu. Kini benar aku telah berada. Memulai langkah demi langkah mengayun tahapan kehidupan. Tanpa kau yang tiada disampingku. Kutabahkan hati kukuatkan fikiran. Demi tidak tumbang dalam kesendirian. Sebab dunia itu kejam. Penuh cobaan yang mengancam kokohnya pendirian dan kikisnya kesabaran.
Satu tahun kau disana, satu tahun kudisini. Kutahu kita punya masalah sendiri-sendiri. Perasaanku mengatakan, mungkin masalahku lebih banyak daripada masalahmu. Ah, itu hanya gumaman perasaanku. Mungkin faktanya malah sebaliknya.
Perihal rindu, itu menjadi permasalahan sendiri bagiku. Masalah yang tak ingin aku salahkan. Sebab, ia buah dari rasa cintaku. Jika pulang nanti, tolong, damaikan rinduku. Meskipun sebentar. Namun, jika pulang tak memberimu kenyamanan aku tak melarangmu untuk kembali. Sebab sesakit apapun, yang terpenting bagiku adalah kebahagiaan orang yang aku sayang.
Kutahu tak ada yang tahu apa yang nanti terjadi. Aku hanya memperjuangkan apa yang seharusnya aku perjuangankan. Jika jodoh adalah cerminan diri. Kuberharap kau sebagai buah ikhtiarku dan Allah meridhoi.
Trenggalek, 19 April 2018
Pintaku terlanjur patah sebelum terutarakan
Bibirku dibungkam perasaan
Nafsu marahku dihadang akal
Aku tak bisa berkutik dari diam
Wajah pucat pasi bak mati
Menahan kegaduhan didalam sana
Di kegelapan hati yang rusuh
Disudut mata yang mengalir
Di bibir yang menahan isak
Hatiku rapuh
16 Februari 2018
Sejak kita berjarak
Sengaja aku tak terlalu perduli dengan senja
Bukan aku takut diserbu bosan
Bukan jua aku berhenti mencinta
Hanya sekedar mengurangi gebuan harapan pertemuan
Karena kaulah senja impian
Yang telah menetap pada hati yang bertuan
31 Januari 2018
Bukan lagi masa yang sebentar
Tiga tahun sudah terbilang
Bukan lagi kita yang saling dingin
Kehangatan selalu tercipta saat kita bersama
Dalam terik maupun rintik hujan
Engkau selalu setia
Sepatu usangku
Kau sepasang teman setiaku
Andai engkau mampu berkata
Pasti kau telah mengutarakan rasa
Lelah..
Penat..
Sesak..
Tapi tak pernah kudengar semuanya sampai kini
Sepatu bututku
Kalian berdua tak bisa bersatu
Bagai berjiwa tapi mati
Kalian selalu beriringan dan saling melengkapi
Demi melindungiku kau rela terinjak kaki
Mencumbui tanah dan dibuat dekil olehnya
Dari lubuk hati
Dalam makna tersirat
Terimakasih untukmu
05 Februari 2018
Gumamku mengartikan
Tutur kataku memastikan
Tingkahku meyakinkan
Menunggu dalam penantian
Dengan penuh harap sapaan tak terduga dibalik kegelisahan
Kebisingan mulai padam
Desiran hewan malam mulai nyaring terdengar
Harapan tak kunjung sampai dengan angan
Kuputuskan untuk padam dalam mimpi malam
Sekedar menidurkan harapan
06 Januari 2018