Telah lama kusiapkan niat untuk jalan panjangku. Aku siap menunggu hijrahmu. Kini benar aku telah berada. Memulai langkah demi langkah mengayun tahapan kehidupan. Tanpa kau yang tiada disampingku. Kutabahkan hati kukuatkan fikiran. Demi tidak tumbang dalam kesendirian. Sebab dunia itu kejam. Penuh cobaan yang mengancam kokohnya pendirian dan kikisnya kesabaran.
Satu tahun kau disana, satu tahun kudisini. Kutahu kita punya masalah sendiri-sendiri. Perasaanku mengatakan, mungkin masalahku lebih banyak daripada masalahmu. Ah, itu hanya gumaman perasaanku. Mungkin faktanya malah sebaliknya.
Perihal rindu, itu menjadi permasalahan sendiri bagiku. Masalah yang tak ingin aku salahkan. Sebab, ia buah dari rasa cintaku. Jika pulang nanti, tolong, damaikan rinduku. Meskipun sebentar. Namun, jika pulang tak memberimu kenyamanan aku tak melarangmu untuk kembali. Sebab sesakit apapun, yang terpenting bagiku adalah kebahagiaan orang yang aku sayang.
Kutahu tak ada yang tahu apa yang nanti terjadi. Aku hanya memperjuangkan apa yang seharusnya aku perjuangankan. Jika jodoh adalah cerminan diri. Kuberharap kau sebagai buah ikhtiarku dan Allah meridhoi.
Trenggalek, 19 April 2018
No comments:
Post a Comment