Jatuh air hujan, menyapu lembut butir debu dinding kaca
Bersamaan gadis kecil menatap keluar jendela
Mengamati.. Memperhatikan tetesan tetesan air yang membelai bumi
Nostalgia pun tak dapat terhindari
Dulu, kala hitam berteman hati
Kebencian menjadi penghuni
Keangkuhan menjadi pembawaan diri
Kesombongan menjadi perisai diri
Nafsu menjadi kawan sejati
Lisan bagai pisau belati
Kodrati manusia
Tempat salah jua lupa
Lembah hitam pernah terpijaki
Terjalan batu pernah tersusuri
Hingga kerikil kecil mampu menyakiti
Tangis diri
Kala ingat laku kala
Menombak hati orang tak bernoda
Oh.. keji
Hati ini hitam
Jalan setapak masih nampak
Tiada kata tidak untuk mengayun melaluinya
Diaat pena cinta Allah mengiring
Kuasakah engkau menolaknya? Sungguh tidak !
Raihlah uluran tangan Tuhan itu
Bangkitlah dan kau akan terbawa manisnya damai
No comments:
Post a Comment