Search This Blog

Tuesday, April 25, 2017

CORETAN AKHIR DI PENGHUBUNG PUTIH ABU-ABU

Hari ini pilu
Terang namun tak bercahaya
Semuanya akan cepat berlalu
Mata yg berkaca-kaca
Hati yg berdegup tak biasa
Bibir kering bergetar menampakkan kesedihan

Tumpahkan saja kepiluanmu kawan
Tumpahkan saja setiap tinta peristiwa yg kita lukis bersama

Dahulu ketika kita mengenakan seragam yg sama
Duduk dan bergurau di waktu yg sama
Seakan tak kan pernah ada kata perpisahan dalam segala canda tawa

Tiga tahun sudah kita berjuang mengabdi untuk abadi
Abadi dalam kenangan yg kian bersejarah
Namun, memori telah penuh
semua kisah yang dihadapi pasti kan berlalu
Karena kata awal berantonim akhir
Juga kata pertemuan berantonim perpisahan
Jangan sekali kali mengingkari suratan takdir
Sekalipun jangan

Angkat kepalamu kawan
usap air mata yg menderas bersama peluh
tataplah langit nan begitu luas
Di atas sana, harapan dan cita-cita tergambar jelas
Tetap berpegang tangan dan saling berpelukan
Berikan senyuman sebuah perpisahan

Tenanglah kawan
bersama kita membuka lembar baru dengan langkah yg berirama
Bersama kita menapaki jalan kesuksesan
Karena kita sahabat untuk selamanya..

Tuesday, April 11, 2017

Lembah kelam

Jatuh air hujan, menyapu lembut butir debu dinding kaca
Bersamaan gadis kecil menatap keluar jendela
Mengamati.. Memperhatikan tetesan tetesan air yang membelai bumi
Nostalgia pun tak dapat terhindari

Dulu, kala hitam berteman hati
Kebencian menjadi penghuni
Keangkuhan menjadi pembawaan diri
Kesombongan menjadi perisai diri
Nafsu menjadi kawan sejati
Lisan bagai pisau belati

Kodrati manusia
Tempat salah jua lupa
Lembah hitam pernah terpijaki
Terjalan batu pernah tersusuri
Hingga kerikil kecil mampu menyakiti

Tangis diri
Kala ingat laku kala
Menombak hati orang tak bernoda
Oh.. keji
Hati ini hitam

Jalan setapak masih nampak
Tiada kata tidak untuk mengayun melaluinya
Diaat pena cinta Allah mengiring
Kuasakah engkau menolaknya? Sungguh tidak !
Raihlah uluran tangan Tuhan itu
Bangkitlah dan kau akan terbawa manisnya damai