Search This Blog

Wednesday, September 25, 2019

KIPRAH YANG REBAH

Terserah !
Biar aku serakah !
Biar aku berdarah !
Biar aku menggagah !
Asal aku tak lemah !
Asal aku tak menyerah !
Sekalipun tergoyah !
Di situ kiprah akan rebah !

Trenggalek
Sabtu, 29 September 2018

Tuesday, September 24, 2019

SAJAK GAMANG

Semenjak puisi hilang
Kau tak pernah lagi datang
Bahkan untuk sekadar menyambang..

Hati yang lapang kadang bimbang
Cemas menunggu rindu yang tak kunjung pulang
Padahal hari sudah sedemikian petang..

Ah sudahlah
mungkin rindu di seberang sedang dihadang segala rintang
Di sini aku akan lelap bersama hati yang gamang
Kuharap rindu yang berada di seberang
Tidak lagi menggelandang..

Trenggalek
Sabtu, 04 Mei 2019

LELAH

Aku rasa rindu kita sudah mulai lelah, Dik

Lihatlah!
Kini ia datang dengan basahan keringat di sekujur tubuhnya

Sepertinya ia mulai putus asa untuk mencari kembali pecahan-pecahan kenangan yang hilang

Padahal sudah ia obrak-abrik sepi itu
bersama sang malam

Tapi apa boleh buat
Mungkin serpihannya telah ikut serta dengan tenggelamnya senja yang berulang
Yang tak pernah lagi kita sambang..

Trenggalek
Sabtu, 11 Mei 2019

LAMBANG MALAM

Mulai detik ini aku beriman bahwa kopi adalah perlambang malam. ia hitam, sama seperti langit malam..

Benar saja, ketika aku mulai menyukainya  ia selalu mengajakku untuk menyelami warna langit yang hitam, bertahun-tahun, bahkan hingga perasaan suka itu menjelma menjadi candu..

kau kira aku tak bingung ?
bingung ! sehari saja tanpa menyesap kopi rasanya seperti tersesat di padang sahara, kebingungan mencari malam sebagai tempat berteduh !

Dan semenjak itulah : ketika Tuhan menakdirkan aku bersetubuh dengan kopi ; lahirlah beribu-ribu malam tanpa pejam !

Trenggalek
13 Mei 2019

JANGAN HUJAN

Matamu terlalu mendung untuk sekedar meminang pelangi, dek..
Sudahi saja hujan di pipimu
sebab purnamapun tak kalah indah darinya..
Biar purnama yang mengundang gugus bintang di senyummu..

Trenggalek
Selasa, 14 Mei 2019

DALAM TELAGA

Bukannya aku sombong tak mau menatap matamu.
Tapi karena memang matamu adalah telaga
Yang jika sampai aku menatapnya
Aku akan tenggelam
Dan hanyut bersama arus kerinduan..

Ngawi
27 Mei 2019

YANG BARU

Setelah waktu yang tumbang dan berlalu
Pasti akan tumbuh waktu yang baru
Maka buatlah hidupmu menjadi baru
Tanpa melupakan yang telah lalu:

Detik waktu yang baru
Pesona pagi yang baru
Kobaran semangat yang baru
Secangkir kopi yang baru
Selembar puisi yang baru
Bahkan bila perlu
Pun dengan rasa cinta yang baru..

Trenggalek
21 Juni 2019

RINDUKU BENALUMU

Aku tahu
Rinduku bagimu hanyalah benalu
Mengganggu di setiap hela nafasmu
Mengganggu laju tempo isi dadamu..

Maaf jika aku terlalu buru-buru dalam merindu
Bukannya aku tak tahu malu
Merindumu semauku tanpa kau mau..

Tapi setidaknya ketahuilah..

Rindu yang kukirim dari rusukku ini adalah sebuah rindu yang candu
Yang selalu mengemis sepeser temu denganmu
Tanpa mau mengenal waktu..

Aku tahu
Rinduku bagimu hanyalah benalu
Kini aku akan mencumbu sendiri rinduku
Sebab rinduku tak pernah teriring restu..

Trenggalek
Sabtu, 22 Juni 2019

SECANGKIR AIRMATA

Bahuku memang bukan untukmu lagi.
Tapi, paling tidak aku bisa menampung air mata kesedihanmu menggunakan cangkir kopiku yang dulu pernah terisi senyummu..

MENUAI LARA

Ayam berkokok kau berangkat
Ayam berkokok kau pulang

Sudah berapa lonjor tulang kau patahkan, Tuan ?
Sudah berapa senti lembar kulit kau bakar, Tuan ?
Sedang putra yang kau bela-bela di luar sana hanya bisa bersenda saat kau menuai lara..

Trenggalek
Jum'at, 05 Juli 2019

Monday, September 23, 2019

SAAT TRAGEDI

Kekasih, apakah kau masih ingat kapan terakhir kali kita ngopi bersama ?

Em, kalau tak salah saat di kedai kopi Mak Juminten, saat itu bumi sedang menampung luapan air mata kekasihnya, si langit.

Bukan kekasih, kurang tepat.

Mungkin di cafe Mas Kawok ? yang di atasnya banyak bertaburan bintang dan bulan yang sedang merayakan kecerahan malamnya ?
Atau mungkin di warung kopi sebelah bengkel Pak Obeng, waktu itu ban motorku sempat bocor ditikam rindumu yang berceceran di jalanan.

Bukan, bukan, dan bukan, kekasih
kau hampir tepat.

Lalu saat apa, Mas ?

Baiklah kuulangi sekali lagi ;
Apa kau masih ingat kapan terakhir kali kita ngopi bersama ?
Yaitu saat tragedi para tentara rindumu dibunuh habis oleh sebuah temu..

BARANGKALI

Barangkali tangan kita dipisahkan hanya untuk saling menengadah.
Meminta do'a agar kelak tangan kita dapat bergandeng di masa yang paling lelah.
Tepat setelah malam penuh dengan suara desah..

Trenggalek
Senin, 08 Juli 2019

NAMA CINTA

Dik
Cinta adalah sebuah nama
Yang tereja oleh dada
Terbaca oleh segenap rasa
Lalu terucap oleh do'a
Kemudian oleh Tuhan
ia diterima dapam keadaan selamat sentosa

PERATAP

Aku sang peratap
Bagiku kembali untuk semangat adalah hal yang tak mudah, dan terlampau sulit.
Di tiap detik kulitku ikut patah, berserakan menjadi serpihan.
Setiap hari aku akan kehilangan.
Saat sunyi, kubiarkan gerimis mengisi dada.
Kubiarkan senyumku terbang menari di udara.
Biar mereka semua tahu, kematian tak pernah mengakhiri cinta..