Search This Blog

Sunday, October 27, 2019

NEGRI BAIK

Siapa yang baik ?
Baik yang siapa ?

Siapa baik ?
Baik siapa ?

Baikkukah ?
Baikmukah ?

Hoy!
Yang baik baikbaikkan kebaikan-kebaikanku !

Durenan Trenggalek
27 Oktober 2019

Wednesday, September 25, 2019

KIPRAH YANG REBAH

Terserah !
Biar aku serakah !
Biar aku berdarah !
Biar aku menggagah !
Asal aku tak lemah !
Asal aku tak menyerah !
Sekalipun tergoyah !
Di situ kiprah akan rebah !

Trenggalek
Sabtu, 29 September 2018

Tuesday, September 24, 2019

SAJAK GAMANG

Semenjak puisi hilang
Kau tak pernah lagi datang
Bahkan untuk sekadar menyambang..

Hati yang lapang kadang bimbang
Cemas menunggu rindu yang tak kunjung pulang
Padahal hari sudah sedemikian petang..

Ah sudahlah
mungkin rindu di seberang sedang dihadang segala rintang
Di sini aku akan lelap bersama hati yang gamang
Kuharap rindu yang berada di seberang
Tidak lagi menggelandang..

Trenggalek
Sabtu, 04 Mei 2019

LELAH

Aku rasa rindu kita sudah mulai lelah, Dik

Lihatlah!
Kini ia datang dengan basahan keringat di sekujur tubuhnya

Sepertinya ia mulai putus asa untuk mencari kembali pecahan-pecahan kenangan yang hilang

Padahal sudah ia obrak-abrik sepi itu
bersama sang malam

Tapi apa boleh buat
Mungkin serpihannya telah ikut serta dengan tenggelamnya senja yang berulang
Yang tak pernah lagi kita sambang..

Trenggalek
Sabtu, 11 Mei 2019

LAMBANG MALAM

Mulai detik ini aku beriman bahwa kopi adalah perlambang malam. ia hitam, sama seperti langit malam..

Benar saja, ketika aku mulai menyukainya  ia selalu mengajakku untuk menyelami warna langit yang hitam, bertahun-tahun, bahkan hingga perasaan suka itu menjelma menjadi candu..

kau kira aku tak bingung ?
bingung ! sehari saja tanpa menyesap kopi rasanya seperti tersesat di padang sahara, kebingungan mencari malam sebagai tempat berteduh !

Dan semenjak itulah : ketika Tuhan menakdirkan aku bersetubuh dengan kopi ; lahirlah beribu-ribu malam tanpa pejam !

Trenggalek
13 Mei 2019

JANGAN HUJAN

Matamu terlalu mendung untuk sekedar meminang pelangi, dek..
Sudahi saja hujan di pipimu
sebab purnamapun tak kalah indah darinya..
Biar purnama yang mengundang gugus bintang di senyummu..

Trenggalek
Selasa, 14 Mei 2019

DALAM TELAGA

Bukannya aku sombong tak mau menatap matamu.
Tapi karena memang matamu adalah telaga
Yang jika sampai aku menatapnya
Aku akan tenggelam
Dan hanyut bersama arus kerinduan..

Ngawi
27 Mei 2019

YANG BARU

Setelah waktu yang tumbang dan berlalu
Pasti akan tumbuh waktu yang baru
Maka buatlah hidupmu menjadi baru
Tanpa melupakan yang telah lalu:

Detik waktu yang baru
Pesona pagi yang baru
Kobaran semangat yang baru
Secangkir kopi yang baru
Selembar puisi yang baru
Bahkan bila perlu
Pun dengan rasa cinta yang baru..

Trenggalek
21 Juni 2019

RINDUKU BENALUMU

Aku tahu
Rinduku bagimu hanyalah benalu
Mengganggu di setiap hela nafasmu
Mengganggu laju tempo isi dadamu..

Maaf jika aku terlalu buru-buru dalam merindu
Bukannya aku tak tahu malu
Merindumu semauku tanpa kau mau..

Tapi setidaknya ketahuilah..

Rindu yang kukirim dari rusukku ini adalah sebuah rindu yang candu
Yang selalu mengemis sepeser temu denganmu
Tanpa mau mengenal waktu..

Aku tahu
Rinduku bagimu hanyalah benalu
Kini aku akan mencumbu sendiri rinduku
Sebab rinduku tak pernah teriring restu..

Trenggalek
Sabtu, 22 Juni 2019

SECANGKIR AIRMATA

Bahuku memang bukan untukmu lagi.
Tapi, paling tidak aku bisa menampung air mata kesedihanmu menggunakan cangkir kopiku yang dulu pernah terisi senyummu..

MENUAI LARA

Ayam berkokok kau berangkat
Ayam berkokok kau pulang

Sudah berapa lonjor tulang kau patahkan, Tuan ?
Sudah berapa senti lembar kulit kau bakar, Tuan ?
Sedang putra yang kau bela-bela di luar sana hanya bisa bersenda saat kau menuai lara..

Trenggalek
Jum'at, 05 Juli 2019

Monday, September 23, 2019

SAAT TRAGEDI

Kekasih, apakah kau masih ingat kapan terakhir kali kita ngopi bersama ?

Em, kalau tak salah saat di kedai kopi Mak Juminten, saat itu bumi sedang menampung luapan air mata kekasihnya, si langit.

Bukan kekasih, kurang tepat.

Mungkin di cafe Mas Kawok ? yang di atasnya banyak bertaburan bintang dan bulan yang sedang merayakan kecerahan malamnya ?
Atau mungkin di warung kopi sebelah bengkel Pak Obeng, waktu itu ban motorku sempat bocor ditikam rindumu yang berceceran di jalanan.

Bukan, bukan, dan bukan, kekasih
kau hampir tepat.

Lalu saat apa, Mas ?

Baiklah kuulangi sekali lagi ;
Apa kau masih ingat kapan terakhir kali kita ngopi bersama ?
Yaitu saat tragedi para tentara rindumu dibunuh habis oleh sebuah temu..

BARANGKALI

Barangkali tangan kita dipisahkan hanya untuk saling menengadah.
Meminta do'a agar kelak tangan kita dapat bergandeng di masa yang paling lelah.
Tepat setelah malam penuh dengan suara desah..

Trenggalek
Senin, 08 Juli 2019

NAMA CINTA

Dik
Cinta adalah sebuah nama
Yang tereja oleh dada
Terbaca oleh segenap rasa
Lalu terucap oleh do'a
Kemudian oleh Tuhan
ia diterima dapam keadaan selamat sentosa

PERATAP

Aku sang peratap
Bagiku kembali untuk semangat adalah hal yang tak mudah, dan terlampau sulit.
Di tiap detik kulitku ikut patah, berserakan menjadi serpihan.
Setiap hari aku akan kehilangan.
Saat sunyi, kubiarkan gerimis mengisi dada.
Kubiarkan senyumku terbang menari di udara.
Biar mereka semua tahu, kematian tak pernah mengakhiri cinta..

Monday, July 29, 2019

HAK ASASI MENCINTAI

Aku berencana untuk merdeka. Segala cara telah terlaksana. Segala hasil pula telah kubaca nyata. Kini apalah, semuanya memang kodrat. Kemerdekaanku yang terikat membuatku menggantungkan tekad. Demi sebuah taat kumeminta keadilan yang sederajat. Jika kemerdekaan bukan hak milik hayat, kutagih hak milik akhirat.

Trenggalek, 30 Juli 2019

Thursday, April 18, 2019

SON OF HEAVEN

Kamu adalah anggur dalam hidupku
Aku dimabukkan oleh semua yang ada padamu
Kamu adalah nafasku
Yang mengalirkan kehidupan dalam darahku
Kamu adalah embun pagi
Yang senantiasa selalu membasuh jiwa miskinku
Kamu adalah kesempurnaan
Segala keindahanmu adalah anakan syurga

Mendengar namamu hatiku bergetar
Menyebut namamu hatiku kalang
Menulis namamu jariku lumpuh kekuasaan
Kubiarkan kamu sempurna dalam hati, ingatan dan keimanan akan cintaku
Untuk menebus dosa pena yang tak kuasa menulis segala keindahan surgawimu

Trenggalek, 18 April 2019

Monday, March 25, 2019

KISAH PENGHUNI KASIH

Dulu, aku pernah datang dengan balita cinta. Menyeduh rasa untuk menciptakan kehangatan menjalani masa. Mempelajari setiap bisikan manusia untuk merawat dan menjalani kehidupan dengan cinta yang berkasih. Tanpa memperdulikan semesta yang cemburu atas cintaku yang kian subur nan bersemai.

Dulu, aku pernah pergi karena diusir paksa. Aku didakwa atas penyelewengan adat dalam semesta. Aku tercaci, tersakiti, terbuang sebagai budak yang beradat. Tersisih tanpa sumbangsih dan terancam terkubur tanpa belasungkawa.

Sekarang, aku menjadi budak dalam tempurung semesta. Menyambut masa depan dengan memasrahkan takdir Tuhan di zaman azali. Jadi segala tempat dan posisi dengan sedemikian banyak rasa yang menyinggahiku kuterima sebagai pelagi semestaku.

Sekarang, aku akan pergi bersama masa lalu dengan mengemban penyesalanku. Aku akan terus merangkak meski harus menggendong kerapuhan untuk menjajaki masa yang terus melaju. Aku akan berjalan dengan sisa-sisa asa dari berlalunya masa yang menguras rasa bertahan dengan manusia. Aku memang dalam kerusakan dunia namun aku tak akan terusir darinya, sebab semesta yang lain telah mencintaiku.

Jadi, pulanglah. Tapi bukan kepadaku. Selamat jalan calon penghuni masa depanku. Selamat menjadi penghuni baru dalam masa laluku.

Trenggalek, 31 Maret 2019

Saturday, March 16, 2019

KETAKUTAN YANG BERADAT

Ada ketakutan yang takut untuk diutarakan
Tertahan lama dalam tembok keberanian yang dibangun sejak turun dari gendong sang purnama
Purnama selalu menjadi saksi tiap jengkal kala ketakutan menyerang
Mula peluh menetes
Tangisan yang pecah
Malam yang hitam
Dan sunyi yang karu

Trenggalek, 16 Maret 2019

Tuesday, March 12, 2019

HUJAN BERKASIH

Kubiarkan hujan menjadi jeda di antara rindu yang bergemuruh
Sembari netra terus menatap
Menggali ilmu yang diemban air

Air adalah ketabahan yang tidak pernah membantah titah Tuhan
Gerimis rela menangis menyelimuti bumi pertiwi demi hadirnya pelangi
Hujan rela bertahan demi mengundang dingin yang berkisah
Genang rela menyelimuti tanah demi membasuh jiwa yang berkasih

Seperti jua aku mengasuh rindu
Aku membesarkannya dengan pertemuan yang tertahan
Memupuknya dengan kerelaan akan penderitaan
Mempertahankannya dengan satu kekuatan yang kugantung
Ialah keikhlasan
Keikhlasan yang kehilangan definisi
Rinduku yang masih berpenghuni harap
Pertemuan kita suatu hari nanti

Trenggalek, 12 Maret 2019

Saturday, March 9, 2019

RELIGION OF PEACE

Terbentang langit dalam cakrawala
Terpapar bumi dalam semesta
Semua akan bermuram durja
Jika kita hidup tanpa cinta
Kedamaian hati adalah dambaan setiap hamba
Toleransi adalah kunci pembukanya

Hidup dalam toleransi adalah cita-cita setiap jiwa yang suci
Cita-cita yang saat ini hanya menggema dalam udara
Persaingan semakin tajam
Bermegah-megahan dalam kemewahan
Berbangga-bangga dengan jabatan
Manusia yang tanpa kesadaran
Seperti raja haus kekuasaan
Segala cara dilalui
Tanpa perduli kanan dan kiri
Demi kepuasan sendiri

Islam adalah agama cinta
Agama rahmat bagi seluruh rakyat semesta
Islam mengajarkan hidup dengan perasaan cinta
Dengan perilaku mulia dan memberikan kedamaian terhadap sesama
Islam tidak membiarkan kita menangis di tanah sendiri
Mengemis belas kasihan
Hidup dengan ketakutan
Diam dalam kelaparan

Islam adalah agama perdamaian
Yang menuntun dalam setiap tindakan
Yang meniti kita pada kebahagiaan
Yang menyelamatkan manusia dari cengkeraman keterbatasan kedamaian
Marilah bergegas menyelami islam dengan segenap hati yang menyamudra
Dengan kerendahan hati yang bertoleransi
Dengan jiwa yang mengharap ridho ilahi

Trenggalek, 09 Maret 2019

Tuesday, March 5, 2019

CINTA ADALAH AKU

Cinta ya cinta
Cinta tidak memiliki sebab
Cinta ya cinta
Cinta tidak menyalahkan akibat
Cinta ya definisi cinta itu sendiri
Cinta tidak rumit jangan dipersulit
Haqiqat cinta ada di dalam hati
Sedangkan yang paham betul isi hati adalah Tuhan
Kamu dan kita bukan Tuhan
Aku mencintaimu
Jadi, berusahalah berfikir positif tentang aku dan cintaku

Trenggalek, 06 Maret 2019

Sunday, February 3, 2019

UNIVERSE DUST

Aku adalah debu
Aku hanyalah wayang ruang waktu
Tak salah jika aku dianggap kotor
Debu adalah asal usul penciptaanku
Tak benar pula jika aku dianggap kotor 
Kotorku bisa mensucikan kotornya otakmu

Debuku warga semestamu.

Trenggalek, 03 Februari 2019

Saturday, February 2, 2019

ABJAD RINDU

Hampir aku tidak pernah bosan mengeja rindu. Sebab aku adalah aktivis perajut doa-doa masa lalu, kini, dan nanti, sebagai investasi masa depan dengan seseorang yang telah termaktub dalam Lauhul Mahfudz-Nya.

Trenggalek, 02 Februari 2019

Monday, January 28, 2019

DISTANCE

Aku akan selalu serius ketika berbicara tentang "jarak". Sebab aku pernah hampir mencapai taraf kesempurnaan cinta. Tapi, jaraklah satu-satunya musuh garda terdepan yang menghunusku dengan keji. Jarak pula yang membantai mati waktu yang sempit dan menguburkannya di pemakaman umum pinggir jalan raya itu. Betapa nahasnya cinta yang sampai kanpanpun terkenang dalam mendiang rasaku.

Trenggalek, 28 Januari 2019

Tuesday, January 8, 2019

GITU AJA KOK REPOT

Setiap kita diberi masalah yang berbeda. Entah dari segi hati, materi, fisik, atau yang lainnya. Mengeluh ketika sedang dalam masalah itu hal biasa. Apalagi teruntuk kita yang tak terbiasa dengan masalah dan selalu mengandalkan orang lain.

Gusti Allah itu menguji hambanya sesuai batas kemampuannya. Berarti kita mampu dong. Iya, mampu mengeluh haha...
Bukan, bukan. Ketika masalah itu datang dan kita masih hidup berarti kita mampu menghadapinya. Kita harus terus melanjutkan kehidupan dengan banyak jalan, sebab memutus kehidupan adalah dosa yang fatal.

Saudaraku
Lebihlah merasa kuat dari sesuatu yang diujikan kepada kita. Mulailah yakin dengan diri sendiri. Tanamkan yang kuat pada hati. Berbegas menata kesabaran, menyedikitkan keluhan dan mulai berfikir bagaimana cara menyelesaikan masalah demi masalah. Apapun nanti hasilnya yang penting kita sudah berusaha sekuat tenaga. Lawong semuanya udah ada yang ngatur.
#keepfighting

Trenggalek, 09 Januari 2019

PENDOSA

Betul katamu, Kekasih
Akulah Si Miris itu
Si Pendosa hebat dalam kacamataku
Dalam kacamatamu aku pulalah itu
Sebab tiada tertulis tanpa pernah terucap.

Trenggalek, 09 Januari 2019

AIR MATA SENJA

Kutenggelamkam sendiri senjaku dengan air mata rindu yang menenggelamkanku

Trenggalek, 8 Januari 2019

Wednesday, January 2, 2019

KOPI RACUN

Setelah rinduku kenapa kau menjadi kesenduan bagiku
Rinduku adalah muatan hidupku
Melerainya aku tak mampu
Kulampiaskan melalui cangkir dan seruputan bibir basah kopi hitamku
Tapi sekarang racun yang merusaklah yang sampai ke dalam sukmaku

Trenggalek, 02 Januari 2019