Search This Blog

Thursday, October 26, 2017

SECANGKIR KENANGAN TENTANGMU

Kini cangkir kopi kita tak lagi dalam satu nampan
Sengaja kubuat kopi yang sama seperti di kedai itu.
Sebab, ingin ku rasakan kembali kisah-kasih kita

Sembari mengaduknya pelan, 'ku gali kembali cerita manis kita
Tak terasa senyum mulai terlukis di bibirku
Namun, tiba-tiba aromanya menyengat ke ulu.
Aku berhenti mengingat dan memandang kepulan aroma yang mengudara

Dengan ragu, kuberanikan menyeruputnya Tetapi lidahku hanya merasakan dingin dan hambar
Aku tersadarkan kini aku seorang diri, tanpamu.

Trenggalek
26 Oktober 2017

No comments:

Post a Comment