Musibah..
Lagi lagi dan lagi
Menghantam keras mendobrak parit kecohan
Terdengar isak tangis menggema
Tawa terpenjara nyata
Bergelut dengan lara, hampir menutup segenap kokoh yang tersisa
Rasa..
Rontok melayang bendung kenistaan
Puing puing cinta luntur dan gugur bersamanya
Terjerat labirin tanpa peta pengantar
Terkepung gulatan rintihan berdarah
Tumpah..
Pecah..
Darah menampakkan kearusannya
Laut nampakkan keganasannya
Petir ulurkan lidah penyambarnya
Pijakan tak lagi sampai
Rusak..
Mata memandang kedamaian hilang, lenyap akan masa
Berserakan berhamburan penyesalan tersisa
Ingin kembali masa pemula tanpa noda
Namun, tiada kuasa membalikkan masa
Getar..
Hati tersentak
Ketakutan meluber
Sumbu pun hampir lenyap tak tersisa
Gesekan timbul percikan api menganga
Menyaut lentera yang hampir padam tak bernyawa
Segertak genjotan membantai hati, melumpuhkan nafsu duniawi
Tekad memberontak ingin bebas jeratan lubang remukan
Masa..
Masa yang telah redup
Masa manusia lalai
Masa kehancuran telah sampai
Sisa waktu sebelum terompet tertiup
Ingin hati lebih baik untuk menggapai surga ukhrowi
Membenahi diri dari niat lubuk qolbi dengan seiring cinta lillahi robbi