Search This Blog

Monday, January 30, 2017

TENTANG KOPIKU


Berjuta inspirasi tenggelam dalam cairan bening
menguapkan buah-buah akal tersembunyi
hingga merubah warna menjadi hitam pekat
pertanda bahwa memang engkaulah kopi sejati

aroma khasmu menarik selera seorang sufi di tengah malam
pahitmu menjinakkan lidah yg kelu
mereaksikan fikiran dan hati untuk menyukaimu dan terus menyukaimu.

kemarilah
tarik dan jilatlah lidahku
tebarkan selalu aroma pahitmu
dekap dan peluk aku dalam dingin malam
renggut seluruh jiwaku bersamamu
bersama bersenggama menaklukan malam-malam kelam...

Monday, January 9, 2017

RETAK

Rinai rinduku tercekat
Saat rindumu wafat
Menyemu dibalik bisu
Remang rinduku kian gamang
Diantara ketidakpastian
Derai lingsir menyisir
Tertelan gelapnya buta

Hening..
Ketika untaian kata ingin memberontak
Memecah kebisuan dalam degub jantung yang kencang
Berdebar..
Ego menguasai akal
Pinta tak terkendalikan

Namun,
Pupus..
Retak muka remuk raga
Nyali tak sekuat hati
Ditambah pantulan dingin memudarkan nafsu keberanian
Acuh yang tak diharapkan
Cambikan yang tak diidamkan
Kecapan yang tak dihiraukan
Diam dengan seribu untaian

Kemana perginya cinta?
Kemana larinya sayang?
Jika saja cinta tak tertelan, kan ku pegang ia sekuat pintalan tekat
Jika ia mengundang bara kan ku lerai dengan baridnya cinta
Namun, khayalan konyol yang tak sedikitpun tergores dengan penanya
Tak mungkin dan sekali lagi "tak mungkin".

Monday, January 2, 2017

UJUNG DETIK

Musibah..
Lagi lagi dan lagi
Menghantam keras mendobrak parit kecohan
Terdengar isak tangis menggema
Tawa terpenjara nyata
Bergelut dengan lara, hampir menutup segenap kokoh yang tersisa

Rasa..
Rontok melayang bendung kenistaan
Puing puing cinta luntur dan gugur bersamanya
Terjerat labirin tanpa peta pengantar
Terkepung gulatan rintihan berdarah
Tumpah..
Pecah..
Darah menampakkan kearusannya
Laut nampakkan keganasannya
Petir ulurkan lidah penyambarnya
Pijakan tak lagi sampai

Rusak..
Mata memandang kedamaian hilang, lenyap akan masa
Berserakan berhamburan penyesalan tersisa
Ingin kembali masa pemula tanpa noda
Namun, tiada kuasa membalikkan masa

Getar..
Hati tersentak
Ketakutan meluber
Sumbu pun hampir lenyap tak tersisa
Gesekan timbul percikan api menganga
Menyaut lentera yang hampir padam tak bernyawa
Segertak genjotan membantai hati, melumpuhkan nafsu duniawi
Tekad memberontak ingin bebas jeratan lubang remukan

Masa..
Masa yang telah redup
Masa manusia lalai
Masa kehancuran telah sampai
Sisa waktu sebelum terompet tertiup
Ingin hati lebih baik untuk menggapai surga ukhrowi
Membenahi diri dari niat lubuk qolbi dengan seiring cinta lillahi robbi