Search This Blog

Thursday, December 28, 2017

DI ATAS PUSARA BUNDA

Sejarah telah tertoreh
Semasa hidup mengukir cerita
Hingga batu nisan telah terukir nama
Dalam gundukan tanah yang tak berbunga

Kutertunduk di atas pusara
Bayanganku meronta menyibak tirai sukma
Engkau yang sungguh bermakna
Sapa batinku, kerinduanku tiada tara
Seketika, jiwaku meramu gamang

Air di sudut mata berintik-rintik jatuh
Hatiku luluh
Pilu tanpa hadirnya jasadmu yang utuh

Kehilanganmu adalah lukaku
Kehilanganmu adalah kegetiran yang harus kukecap seiring bergulirnya waktu
Kehilanganmu adalah kekosongan paling hampa yang harus kupikul dalam hidupku
Kehilanganmu telah merenggut separuh semangatku

Namun, aku tak bisa diam dalam telaga haus asa
Aku harus terlatih dalam lara
Karena engkau tak hanya butuh tangisanku
Apalagi auman keluhanku

Napas kuhirup untuk membasuh jiwa
Ribuan sayang kuungkapkan
Ribuan doa kulantunkan
Semua harapan kutumpahkan

Di atas pusara Bunda
Kutaburkan bunga
Semoga engkau bahagia di surga
Orang yang paling kucinta.

28 Desember 2017

Sunday, December 24, 2017

DALAM GELAP AKU BERBISIK

Senyap
Begitu batinku berbisik lirih
Malamku risau
Kacau dengan gelap yang berisik mengusik
Tanpa lentera yang terang benar biasa menemani

Aku sendiri
Dikelilingi gelap
Bertahan bersama lilin redup yang hampir padam
Menjaganya untuk terus bercahaya
Sampai engkau datang bersama satu cahaya yang tak bermasa
Yaitu cinta

24 Desember 2017