Setelah kemarau berterik sekian lama
Dengan jingga yang kian mempesona
Langit pagi tadi nampak kelabu
Tapi tak berguntur
Tetes air mulai gemercik
Membasahi jiwa yang haus
Membekap rindu yang tak kunjung usai
Hujan Jum'at pagi tadi
Menguak rahasia rindunya
Bercucur dengan lihainya
Untuk menyambut bulan penuh mulia RAMADHAN
Bulan penuh ampunan
Bulan penuh harap fitrah
Hujan jum'at pagi tadi
Adalah tangisan zaman
Zaman yang telah tak tertata
Zaman yang berlumur noda
Zaman yang merindu kehancurannya
Search This Blog
Friday, May 26, 2017
Hujan Satu RAMADHAN
Wednesday, May 24, 2017
Bukan Senja Terakhirku
Senja sore itu berlinang jingga
Geloranya memikat lensa mata
Terpana aku olehnya
Aku terpikat bahagia
Subhanallah..
Maha Suci Tuhanku atas keindahan itu
Reriuh dedaunan mengiringi
Sejuk angin sore membasuh penat hati
Dan sebelum sang jingga benar benar tertelan bumi
Telah kuterbangkan satu pinta
Selamat datang malamku
Selamat jalan rinduku
Saturday, May 20, 2017
TEKAD
Aku gelap
Bersemayam dalam jasad manusia
Terlindung pakaian kusutnya
Aku tak terlihat mata
Tapi aku tidak mati
Aku kuasa membakar diri manusia
Dengan keteguhanku
Tekadku..
Kepulan semangat memenuhi jiwa mudaku
Aku mampu..
Aku mampu menyetir langkah manusia
Melangkah ke arah yang tak tau dimana letak hentinya
Niatku..
Kukokohkan untuk menepis segala tipu daya
Kubarakan untuk melemahkan takutku
Ikhtiarku..
Meraih impian setinggi angan surgaku
Mewujudkan rancangan masa depanku
Dan aku yakin..
Diujung sana kesuksesan melirik genit kearahku
Monday, May 8, 2017
GUNDAH HATI
Aku sendiri
Berjalan diujung ombak
Masih pengap akan tusukan
Jika dulu aku tau akan berlaku
Kan ku sisihkan ruang dikepalaku
Ku coba berhenti menghakimi
Tapi aku tak mampu
Aku tersibukkan bobot beban ini
Aku bukan bunga yang selalu menyegarkan
Aku bukan embun fajar yang selalu menyejukkan
Aku ingin tenggelam di palung samudera
Ingin ku hempaskan beban hati ini
Ingin ku hentikan badai poranda ini
Dimana daun ?
Ingin ku letakkan beban ini dalam layumu
Tak kuasa ku menghela lagi
Tak mampu ku topang seorang diri
Masih ku rasa betul seperti dijeruji besi