Search This Blog

Monday, March 27, 2017

API PEMUSNAH

Nafas memburu..
Muka padam..
Otot tegang..
Gejolak api pemusnah telah datang
Menyeruak fitrah pikir, menyusup pusat qolbu
Menabur benih kebencian, memonopoli kedamaian, memproduksi gugusan awan kesensitifan
Setiap kata yang terucap berbuah hentakan
Setiap kata yang terucap mengiris perasaan
Setiap kata yang terucap melelehkan air kekecewaan
Janji tak lagi diindahkan
Sumpah serapah kau hentakkan
Hawa negatif kau jadikan acuan untuk mencari-cari titik keburukan, membantai kunci ketulusan
Kecemburuan tak terhalauan
Silaturahmi terlemparkan..
Kasih sayang tercampakkan, kuasa Syetan Ranjam

Saturday, March 11, 2017

KETENANGAN YANG TERUSIK

Aku ingin berpuisi
Tapi kata apa yang akan aku rangkai
Aku tak tau..
Aku ingin menyanyi
Tapi lirik apa yang pantas aku nyanyikan
Aku tak tau..
Aku ingin marah
Tapi kenapa aku harus marah
Aku tak tau..
Entah ini apa
Jauh didalam sana
Mengusik kedamaian hati
Tapi arti enggan menampakkan diri

Saturday, March 4, 2017

JAMIN RASAKU

Hatiku tertunduk saat mata indah itu memandangku
Jantungku berdetak hebat kala ia meyakinkanku
Aku tersipu dalam diamku
Dengan senyum manis yang bersembunyi dihatiku

Penaku menulis
Kala bahagia itu merasuk
Ingin rasanya kutuliskan jua dihatimu dengan tinta emasku
Sungguh kau sosok yang terngiang dibenakku
Sosok yang menarik perhatianku
Sosok yang menguasai rinduku
Sosok yang menjadi harapanku

Namun
Waktu tetaplah cemburu
Sampai jarak benarlah jauh
Akan kurasakan waktu tanpamu
Akan kurasakan rindu mencabikku
Akan kurasakan terpaan angin kala cinta ini yakin
Doakan aku
Akan kusimpan rasa ini sampai engkau kembali memelukku
Kan ku kurawat cinta ini sama kau ucap qobiltu pada waliku